
Berlin
sebagai ibukota Jerman mempunyai keunikan tersendiri. Dimulai dari namanya yang sering disebut
Bärlin walaupun tidak ada hubungannya dengan Beruang.
Ditilik dari sejarah, Berlin sudah menorehkan banyak cerita di buku
sejarah, dimulai sebagai ibukota kerajaan Prusia, ibukota Weimarer republik
atau sebagai ibukota dari Third Reich atau sering kita kenal sebagai NAZI. Disinilah awal sejarah memilukan kota ini
dimulai. Setelah kekalahan Hitler 9 mei
1945 Rusia dan sekutu membagi kota ini
menjadi empat bagian pada konferensi di Potsdam. Rusia yang mengorbankan 50.000 jiwa pasukannya untuk menaklukan berlin
merasa berhak untuk mendapatkan setengah daripada kota ini begitu juga dengan setengah
daerah negara Jerman. Alhasil adalah setengah dari kota berlin dikuasai oleh
rusia yang sering disebut sebagai berlin timur dan menjadi ibukota Jerman Timur
(DDR) dan setengahnya lagi dikuasai oleh 3 negara sekutu yaitu (Prancis,
Inggris dan amerika).
Dikarenakan
berlin terletak di daerah jerman timur maka sebenarnya berlin adalah bagian
dari jerman timur yang nota bene adalah kekuasaan rusia. Tetapi karena hasil
keputusan konferensi potsdam jadilah berlin menjadi sebuah pulau yaitu daerah
kekuasaan barat yang berada di daerah timur.
Keunikan
ini yang lalu mempengaruhi perkembangan kota ini selanjutnya.

Kejadian
memilukan bertambah lagi sejak diblokirnya pasokan makanan untuk berlin barat
oleh rusia yang akhirnya memaksa pihak sekutu membuat jembatan udara Luftbrücke
untuk memasok kebutuhan bagi rakyat berlin barat selama 9 bulan. Puncaknya adalah pembangunan tembok berlin
pada tahun 13 Agustus 1961 yang memisahkan kota ini. Beruntunglah tembok yang mempunyai julukan
Todesstreifen (jalur kematian) dan diimpikan untuk bertahan 1000 tahun lamanya
oleh pendirinya runtuh 28 tahun kemudian.
Itulah
sekelumit sejarah tentang berlin, seiring dengan naik turunnya perjalanan kota
ini maka perkembangan sosial budaya di kota ini pun mengikutinya. Tidak banyak orang Jerman yang sudi tinggal
di Berlin selama tembok berlin masih berdiri, oleh karena itu banyak kita temui
warga negara asing yang tinggal di kota ini dimulai dari Vietnam, Turki, Arab
dll. Warga negara turki merupakan mayoritas
warga negara asing di Jerman terkait dengan hubungan mereka sebagai
Gastarbeiter di tahun 70-an. 
besar dari mereka tinggal di daerah Kreuzberg, yang sering mendapat julukan
kleine Istanbul karena saking banyaknya orang Turki yang tinggal disana.
Sedangkan warga negara vietnam adalah peninggalan jaman Jerman Timur, mereka
mendapatkan kemudahan untuk tinggal ataupun memasuki jerman timur dikarenakan
Vietnam adalah Bruderstaat Jerman timur yang komunis. Oleh karena itu Berlin cukup terkenal dengan
keaneka ragaman sosial budayanya dan golongan Hippienya di tahun 70-an. Bisa dikatakan Berlin adalah sebuah kota
revolusi dan juga panggung politik di Jerman dan dunia.
Kembali
ke tema sosial budaya, seiring dengan
runtuhnya tembok Berlin maka berlin pun menjadi attraktif dibandingkan
kota-kota lain di Jerman dikarenakan keaneka ragaman sosial budayanya. Berlin menawarkan ruang bagi generasi muda
untuk berkarya dan mengekpresikan keinginannya, tidak heran kalau daerah di
Berlin timur justru diserbu oleh anak muda dari barat yang ingin lepas dari
aturan baku kemapanan kapitalisme. Mereka bisa mengembangkan corak dan kepribadian mereka sendiri. Trend ini terus berlanjut sampai sekarang
setelah hampir 20 tahun tembok berlin runtuh. Tidak heran kalau banyak Gallery,Distro ataupun perusahaan media yang
bercokol di Berlin karena imbas eufori generasi muda setelah runtuhnya tembok
berlin. Sebagian besar dari mereka
berdiri di daerah Berlin timur.
Saya akan
mencoba melukiskan wajah berlin yang attraktif dan molek ini melalui tulisan
saya ini.
Selayaknya seorang gadis,
berlin menyerupai gadis yang rupawan, berani ,gesit tetapi juga keibuan
menerima semua perbedaan anak-anaknya. Mengawasi, menjaga dan membesarkan anak-anaknya dari semua bangsa untuk
menjadi berdikari sesuai keinginan mereka.
Perjalanan
saya akan mengikuti sebuah jalur kereta yang bernama Stadtbahn yang membelah
kota Berlin. Perjalanan saya dimulai dari sebuah stasiun bernama Zoologischer Garten,
ya sesuai namanya stasiun ini memang terletak disebelah salah satu kebun
binatang di Berlin. Stasiun ini dikenal
sebagai Hauptbahnhof atau central station di jaman Berlin barat. Distasiun ini kita akan disambut oleh sebuah
bangunan gereja buntung yang menjulang. 
Gereja ini bernama Gedächtniskirche atau memorial church, yang dibiarkan
buntung tanpa atap untuk mengenang pahitnya perang dunia kedua yang menelan 50
juta jiwa. Disinilah juga central dari
Berlin barat, Berlin barat bisa diibaratkan adalah seorang gadis yang didandani
sangat glamour oleh kapitalisme barat sebagai mercusuar kapitalisme. Dia sangat molek ditengah-tengah pulau jerman
timur, oleh karena itu tidak heran kalau dibagian kota inilah bisa ditemukan
Butik-butik ternama, pusat perbelanjaan, pusat perkantoran dan 2 universitas
ternama di Berlin. Disini pula bisa kita
temukan aneka kehidupan malam dimulai dari kelas bar sampai klub malam untuk
kalangan atas. Daerah ini sangat terkenal dengan nama Charlottenburg, disinilah
juga terdapat istana kerajaan Prusia yaitu isatana Charlottenburg. Sayang tetapi akhirnya stasiun Zoologischer
Garten kehilangan fungsinya sebagai central station pada tahun 2006 seiiring
dibukanya stasiun baru Hauptbahnhof Berlin untuk menyambut piala dunia
sepakbola.
Dari Zoologischer Garten pemberhentian selanjutnya adalah Berlin hauptbahnhof,
Perlahan kereta memasuki jalur kurva menjelang Hauptbahnhof, bangunan
Hauptbahnhof menyeruak laksana istana kaca ataupun mahkota kaca ditengah
Berlin. Atapnya adalah kaca berbentuk sebuah terowongan raksasa untuk 8 jalur
kereta api dan didampingi 2 menara kaca.
Kalau kita berhenti di stasiun yang terletak di sebuah kurva ini, kita
akan disambut sebuah pemandangan selamat datang yang cukup indah. Di depan Washingtonplatz mengalir sungai
spree yang dilalui kapal-kapal pesiar dan diseberangnya adalah sebuah taman
hijau. Diantara taman-taman hijau inilah
bersemayam para wakil rakyat dan penguasa negeri Jerman, daerah ini dikenal sebagai Regierungsviertel Gedung wakil rakyat ini atau reichstag
mempunyai kubah kaca yang bisa dikunjungi siapa saja, tak heran kalau kita bisa
melihat antrean panjang ditengah taman luas ini untuk masuk menuju kubah kaca. Di kubah kaca tersebut pengunjung dapat
melihat pemandangan sekeliling kota berlin. Di seberangnya
adalah kantor kanselir jerman yang berarsitektur modern lagi-lagi kaca dan
Beton. Satu lemparan batu dari reichstag
kita bisa melihat hutan kecil ditengah kota yaitu Tiergarten. Sebuah paru-paru kota yang pernah ditebang
habis oleh rakyatnya setelah perang dunia 2 untuk kayu bakar. Tiergarten akan sangat ramai sekali pada
musim semi dan sommer, karena penduduk Berlin sering melakukan berbagai
kegiatan seperti jogging, Grill, berjemur ataupun pentas musik. Di daerah Tiergarten-Mitte inilah bisa kita
temui gedung pemerintahan, monumen, perkantoran, restauran dan café pelepas
lelah para turis.
Perjalanan dilanjutkan meninggalkan kurva berlin yang
mempesona meninggalkan pemandangan indah kubah parlemen, kantor kanselir, hutan
hijau tiergarten, pucuk-pucuk Quadriga Brandenburger Tor, taman lapang dan di
kejauhan pucuk-pucuk gedung tinggi potsdamerplatz.

Pemberhentian selanjutnya adalah Friedrichstrasse. Stasiun bersejarah ini adalah perbatasan
antara jerman barat dan timur. Disinilah
dulu berhentinya kereta dari Jerman timur menuju Berlin barat. Tidak dibayangkan sebuah kota yang dibatasi
tembok, mungkin orang yang tinggal didalamnya seperti tikus di dalam labyrinth
di sebuah laboratorium. Setelah
runtuhnya tembok berlin berkembanglah daerah friedrichstrasse ini memjadi pusat
perbelanjaan, perkantoran, rumah makan ataupun kegiatan budaya seperti gedung
pertunjukan Friedrichstadt Palast dan berbagai gedung theater yang hanya
selemparan batu dari stasiun ini. Letak
friedrichstrasse yang kaya budaya disebelah daerah pemerintahan seolah-olah
ingin mengimbangi kekakuan birokrasi
dengan kelenturan seni budaya. Tepat
disebelah stasiun friedrichstrasse mengalir sungai Spree, sepanjang sungai itu
bertebaran café dan restaurant.
Dan yang
cukup menarik adalah sebuah tempat yang bernama Museum Insel atau Pulau Museum.
Museum Insel ini adalah gabungan dari 4
Museum terbesar di Berlin yang menyaingi Louvre di Paris. Sepanjang bantaran sungai ini juga bisa kita
temui penjual pasar loak (Trödelmarkt) pada akhir minggu. Perjalanan di
friedrichstrasse berakhir di 
Humbold Universitas yang dinding marmernya
dipenuhi foto para penerima hadiah nobel. Universitas ini merupakan tonggak perkembangan Universitas Modern di
abad ke 19 yang dimotori oleh Wilhelm von humboldt dan Alexander von Humboldt. Tidak jauh dari Universitas ini pernah
berdiri Stadtpalast, istana kerajaan Prusia yang lalu dihancurkan oleh rusia
setelah perang dunia kedua.

Perjalanan berlanjut dari Friedrichstrasse menuju stasiun
berikutnya yaitu Alexander Platz setelah melewati stasiun Hackescher Markt yang
"berwarna" dengan café dan Distro khas anak muda. Kalau berlin barat mempunyai Zoologischer Garten maka berlin
timur mempunyai Alexander platz. Tempat
ini mudah ditemukan, bisa dibilang inilah penunjuk arah kita di Berlin, karena
tepat disisi stasiun kereta ini menjulang menara televisi setinggi 368 m yang bisa
dilihat dari sepenjuru kota berlin. menara ini terlihat seperti sebuah tusuk sate yang ditegakan dan
ditusukan bola. Didalam bola
inilah kita bisa menikmati pemandangan ke penjuru kota berlin ataupun mungkin
melamar seorang gadis sambil menikmati pemandangan seluruh berlin disebuah
cafe´ yang berputar di puncak menara ini. Di Alexander platz bisa kita rasakan
arsitektur khas komunis yaitu bangunan perumahan kotak menjulang tinggi seperti
karton yang dijajarkan dan diberi jendela, sedangkan diantaranya adalah sebuah
lapangan luas. Konon kabarnya arsitektur
ini memudahkan seorang sniper untuk menembak dari gedung tinggi ke lapangan
ditengahnya. Bangunan kardus itupun
mempunyai nama yang tersohor Plattenbau (bangunan plat). Sekarang setelah runtuhnya tembok berlin
daerah ini berkembang menjadi daerah pertokoan atau tepatnya mal, restauran dan
hunian. Sangat kontras memang kalau di
daerah yang pernah menjadi pusat negara komunis sekarang diisi dengan reklame
besar merek barang elektronik berkelap-kelip. Tak jauh dari stasiun ini bersemayamlah Gubernur negara bagian Berlin
yang sering disebut Rotes Rathaus, karena warnanya merah batu bata. Di stasiun
ini kita bisa memulai tour ke daerah timur dengan Tram khas berwarna kuning
dari BVG yang tidak ditemui di bagian berlin barat dulu. Disinilah juga berakhir bis "Turis"
bernomor 100/200 yang berangkat dari Zooologischer garten di Berlin barat lalu
melewati obyek wisata utama di Berlin. Sekitar 2 Stasiun kereta bawah tanah
menuju ke utara, masuklah kita ke daerah 
Prenzlauer Berg yang cukup dikenal
dengan istilah „Prenzl“. Disinilah
jantung anak muda Berlin berdetak, dimulai dari Oranienburger Tor melewati
Hackescher Markt berujung di Prenzlauer Berg. Setiap hari terutama akhir minggu, jalan di
daerah Prenzlauer Berg akan dipenuhi anak muda. Disini mudah ditemui Distro underground, Café
Underground, club disko, toko barang antik ataupun toko-toko unik yang tidak
bisa ditemui di sudut berlin manapun.
Sebagai
ilustrasi sebenarnya Prenzl
cenderung kusam dan gelap peninggalan Jerman Timur, tetapi denyut kehidupan
sekitarnya seolah melupakan kekusaman dan kelesuan. Prenzl hidup 24 jam non-stop,
lebih dari daerah lain di Berlin. Tidak
salah memang kalau daerah
kota
ini dijuluki sebagai daerah Kult. Saking
banyaknya peminat orang muda tinggal di Prenzl sampai-sampai harga Appartemen
di daerah ini lebih mahal daripada daerah mapan lain di Berlin.
Perjalanan
belum berakhir….pemberhentian selanjutnya adalah Berlin Ostbahnhof. Disinilah stasiun terbesar kedua di Berlin
setelah Hauptbahnhof. Daerah sekitar Ostbahnhof
adalah salah satu contoh daerah yang digandrungi anak muda pendobrak kekakuan
barat setelah runtuhnya tembok berlin. Selain sebagai daerah hunian, disini bisa kita temui club-club atau
diskotek underground di sebuah bekas pabrik ataupun tempat tidak lazim lainnya. Hanya 200 meter dari stasiun ini berdiri
pelaku dan saksi sejarah terpisahnya kota berlin, yaitu east Side
Gallerry. Di sisa-sisa Tembok berlin ini
sepanjang 500m terlukis Grafitti yang mengirimkan pesan kepada dunia akan
kepenatan mereka dan keinginan bebas mereka didalam labyrinth manusia yang
bernama Jerman timur. Grafitti itu bisa
berupa coretan biasa ataupun lukisan ciuman romantis antara penguasa Jerman
timur dan penguasa Jerman barat. Disinilah kita 
bisa mendengar bangunan-bangunan ini bercerita betapa
kusamnya mereka, betapa lesunya mereka, betapa reotnya mereka dengan karat
tetapi mereka tidak takut menghadapi jaman baru dengan menyambut ide-ide
generasi muda dari barat. Tidak jauh dari Ostbahnhof berdiri sebuah kantor
rekaman musik ternama dunia dan MTV Germany.
Begitulah
sekelumit cerita tentang Berlin yang sering kita dengar dengan"du bist so
wunderbar Berlin" dari iklan sebuah produk bir.
Berlin, 25.05.08